Ojo Dumeh…..

Suatu malam satelah aku shalat Isya, aku segera ke rumah kakek hanya sekedar membuat secangkir kopi, dan mencicipi kue cucur buatan nenekku. Tidak seperti biasanya kakekku mempercepat wiridan di masjid dan segera menghampiriku yang saat itu sedang membuat kopi.

“Habis ini kamu mau kemana le..?” dengan nada khas kakekku.

“Ngga kemana – mana Mbah (aku menyebutnya Mbah), paling nanti mau nganjutin ngaji” kataku sambil membuat kopi.

“Sepertinya hari ini ngajinya libur, sebab pamanmu mau pergi. bagaimana kalo kita ngopi bareng (sambil tersenyum tetap dengan senyum khas kakekku” selanjunya pergi keruangan depan sebelumnya meminta nenekku untuk membuatkan kopi untuknya.

Kami pun berkumpul di ruangan tamu dengan meja panjang dan juga kursi panjang. Kakek dan aku berhdapan dan dia mulai mengeluarkan rokok Sam Soe nya. Setelah memilih satu batang dilanjutkan dengan memijatnya.

“Mukhlis…( samblil menyeruput kopi).

“Ya Mbah……”

“Kamu tahu kenapa Tsalabah menderita?”

“Ya Kerena Kufur Nikmat Mbah”

“Betul, betul sekali” sambil menyeruput kopi dan menghisap rokoknya kemudian melanjutkan bicaranya.

“Kalo orang jawa bilang ojo dumeh. atau jangan karena”

Saat itu tsalabah benar – benar sangat miskin, dan saat itu juga meminta kepada Rasul untuk memberikannya modal dan dia berjanji untuk tetap istiqomah dan tetap menjalankan perintah Allah dan rasulnya.

Namun apa yang terjadi, semuanya ia ingkari. Sehingga di akhir ia Su’ul Khotimah.

Ojo Dumeh ya Ojo Dumeh. jangan karena kau merasa bahwa dirimu bodoh kemudian kamu meminta orang untuk mengajarimu, namun setelah itu kau tidak siap untuk menerima apa yang di ajarkannya.

jangan karena kau merasa shaleh, kemudian engkau meminta untuk diberikan anak yang shaleh, padahal keshalehan bukan dilihat sekrang saja. Tapi akan terus berlanjut, Siapa yang tahu masa yang akan datang.

Siapa saja memiliki sebuah harapan, tapi jangan lupa satu hal, Ojo Dumeh itu. kerena kita hanya merencanakan dan juga bertindak, soal akhir itu nanti. Bisa Jadi seorang suami yang merasa shaleh mendambakan Istri yang sholeh pula. Tapi keShalehan itu hanya sementara saja. Atau seorang Perempuan yang meminta kepada Allah agar di berikan pasangan yang bisa menjadi imam baginyam, namun ternyata ia tidak bisa juga menerima masukan serta anjuran suaminya. Sama saja dengan bohong.

kamu Paham Le.. ? ” Sambil menepuk bahuku

aku terkejut kerena memang aku benar – benar mengeluarkan energi yang cukup besar untuk memahami kata- kata kakekku

“Nggih Mbah.!” Kataku singkat, (Padahal aku belum begitu paham)

Sambil pergi ke kamar..” ya sudah kalo belum paham nanti juga kamu akan paham dengan sendirinya”

Ya kemudian kakekku pergi dan seolah mengerti kebingunganku. Namun Waktu terus berjalan dan meyisakan berjuta kisah. Kini aku mengerti apa yang di sampaikan oleh kakekku .. Ojo Dumeh ya Ojo Dumeh

Filed Under: Iseng

Tags:

About the Author: mukhlis, mencoba menuangkan kesenangan dan kekesalan dalam blog ini, berharap ini akan bermanfaat untuk semuanya. Terbuka untuk berbagi dan belajar

RSSComments (1)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. hersu says:

    betul mas, ojo dumeh. tapi angel je mas yen ora dumeh. lagi nduwe ngelu sethithik wae wis dumeh….sadar….sadar….eling…

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes