Inilah ruang jedaku kawan..
By mukhlis on Jan 20, 2009 with Comments 0
Meskipun aku tidak mengerti tentang makna luas dari “jeda” itu sendiri namun itu muncul bebrapa saat lalu saat aku menuliskan ini. Ya mungkin kepenatan dan kelelahan dari aktivitas yang ada ditambah dengan kondisi yang terus menerus menggalayuti hati alam bawah sadarku aku semakin dekat dengan sebuah kepastian, kekecewaan mwskipun sesungguhnya aku tahu bahwa ini adalah sesuatu yang tak semestinya aku lakukan. Hatiku berkata dengan lantangnya “memangnya kamu ini malaikat ha ?!!! Lihat dirimu ini bukan dirimu lagi!“
Ya aku sadar dengan apa yang tadi telah dikatakannya bahkan mungkin ini sering. Hingga aku pun mungkin sudah mulai terbiasa dengan kata kata itu, bahkan sudah mulai naik ke alam sadarku.
Tunggu dulu kawan..
Aku teringat akan apa yang dikatakan oleh seorang sahabatku “sudahlah.. orang sudah terjadi” Hebat ada makna yang luar biasa bagiku, dipadukan dengan sebuah momen saat itu. Dan tahukan engkau sahabat tentang moment itu. Sangat sederhana.
Mana ruang jedaku?
Aku sendiri tidak mengerti dimana ia berada, namun aku percaya ini sangatlah dekat dengan diriku sendiri. Ingin aku petakan, bahkan mungkin aku gamabarkan tentang ruang yang jedaku itu. Namun, hati kecilku berkata dengan lirih “jangan kau petakan jangan kau ungkapkan, bukankah engkau menyanyangiku sobat?” Aku pun tak kuasa karena ia adalah sobatku yang selalu dekat dengan ku, Meskipun kadang aku tak pernah mendengar nasehatnya.
Jangan kau paksa aku kawan..
Baiklah kau memang keras kepala. Baiklah Ruang ini bekum begitu aku kenal jauh, karena memang aku pun belum lama tinggal di ruangjeda ini, sempat aku menemukan ruang yang hampir mirip dengan ini namun ini tak membuatku yakin aku akan tinggal lebih lama di dalamnya. Ruang jeda kali ini sungguh lain. Aku bisa merasakannya semenjak aku manatap “teras”nya dan tahukah engkau kawan sebenarnya aku akupun belum masuk begitu jauh dalam ruangan itu. Aku baru saja mencoba mengetuk pintunya. Terbuka sedikit dan kucoba untuk sedikit “mencuri” dari pintu tadi.
Robbii..
Indah sekali tak bisa aku gambarkan sekarang, dari awal hingga detik kehidupan akhir kali ini aku merasakan, dapat aku rasakan saat aku dulu dibelai oleh Ibuku, saat dulu aku di ajak berjalan dengan bapaku. ya inilah yang aku cari selama ini. Namun apakah ini akan membuatku terus merasa yakin hingga aku terus melangkah melaju kedalamnya. Sementara hati kecilku sudah mulai meneteskan airmatanya.
Hai kawan sudahkah kau mulai mengerti dimana ruang jedaku…
Jika kau telah tau tolong beritahu aq, setidaknya agar aku mengeri apa itu ruangjedaku sesungguhnya..
Filed Under: Iseng
About the Author: mukhlis, mencoba menuangkan kesenangan dan kekesalan dalam blog ini, berharap ini akan bermanfaat untuk semuanya. Terbuka untuk berbagi dan belajar






