Suatu malam satelah aku shalat Isya, aku segera ke rumah kakek hanya sekedar membuat secangkir kopi, dan mencicipi kue cucur buatan nenekku. Tidak seperti biasanya kakekku mempercepat wiridan di masjid dan segera menghampiriku yang saat itu sedang membuat kopi.
“Habis ini kamu mau kemana le..?” dengan nada khas kakekku.
“Ngga kemana – mana Mbah (aku menyebutnya Mbah), paling nanti mau nganjutin ngaji” kataku sambil membuat kopi.
“Sepertinya hari ini ngajinya libur, sebab pamanmu mau pergi. bagaimana kalo kita ngopi bareng (sambil tersenyum tetap dengan senyum khas kakekku” selanjunya pergi keruangan depan sebelumnya meminta nenekku untuk membuatkan kopi untuknya. Read the rest of this entry »













